Cari Uang Lewat Judi Poker, Bisa?

Apakah bermain poker online adalah pekerjaan? Ada dua pertanyaan besar yang muncul dengan masalah perjudian. Pertama, apakah seorang pemain judi tergolong orang yang bermoral atau tidak bermoral? Kedua, dapatkah perjudian diklasifikasikan sebagai jenis pekerjaan?

Saya hanya ingin membahas tentang pertanyaan kedua di sini dulu. Meski begitu, saya belum membicarakan benar atau salahnya perjudian di sini. Saya hanya ingin membahas apakah judi bisa digolongkan sebagai jenis pekerjaan atau tidak.

Pengertian Judi

Ada banyak definisi perjudian, tetapi mengingat ruang yang terbatas, saya mengacu pada Edward Rogers yang mendefinisikan tentang perjudian.

Menurut Edward, definisi perjudian adalah: menentukan perolehan uang atau nilai uang dengan menciptakan peluang secara artifisial, dimana para pemenang mendapatkan untung dengan mengalahkan sebanyak mungkin orang, dan keuntungan diperoleh tanpa nilai tenaga kerja. Dan nilai usahanya tidakberbandinglurus dengan dengan jumlah pendapatan.

Sebelum mengomentari definisi di atas dan membahas lebih jauh apakah judi poker online qq itu sebuah pekerjaan, saya ingin menarik perhatian kita pada tulisan seorang mantan gamer , bernama John Philip Quinn, yang kemudian menulis buku berjudul: Fools of Fortune.

Buku ini ditulis ketika Quinn berada di penjara. Quinn  menerima surat cerai dari istrinya karena yang menggugatnya karena perjudian yang telah berakar pada diri Quinn. Quinn mengemukakan tiga hal dasar yang membuat seorang pemain ketagihan:

  1. a) harapan akan kesenangan;
  2. b) keinginan kuat untuk mendapatkan uang sebanyak mungkin dalam waktu singkat; dan
  3. c) menggapai penghasilan besar dengan mengalahkan lawan

Inti dan Arti dari Judi

Definisi Rogers dan komentar Quinn di atas membawa kita ke beberapa pengertian.

Pertama, inti dari perjudian adalah keinginan untuk menghasilkan banyak uang atau penghasilan tanpa nilai tenaga kerja yang setimpal dengan jumlah yang diperoleh. Di sinilah faktor keberuntungan menjadi sangat mendasar;

Kedua, pendapatan judi adalah hasil dari kerugian pemain lain. Ini berarti bahwa seseorang tidak dapat menghasilkan uang tanpa mengalahkan orang lain.

Dan ketiga, seperti yang ditunjukkan Quinn di atas, unsur kesenangan memainkan peran yang sangat penting. Secara kumulatif, kesenangan diperoleh dengan memenangkan uang tanpa nilai kerja dan kesenangan yang setara dengan mengalahkan lawan.

Ketiga poin di atas bisa dibandingkan dengan tulisan Peter Collins tentang tiga unsur utama perjudian, yaitu:

(1) sesuatu yang berharga, umumnya uang, dipertaruhkan

(2) hasil tidak dapat diprediksi

(3) Risiko berdasarkan peluang acak ataua untung-untungan

Kemudian muncul pertanyaan apakah bermain game poker online termasukpoker qq adalah juga termasuk dalam tiga kategori di atas?

Terlepas dari aspek sosiologis yang disebutkan di atas, pekerjaan dapat didefinisikan sebagai: “Suatu profesi yang mengandung nilai-nilai, sebagai sarana untuk menghasilkan pendapatan yang terukur dan sarana untuk mencintai Tuhan dan sesama”

Definisi di atas memuat sejumlah bidang penting yang perlu dijelaskan secara singkat sebagai berikut:

Sebagai suatu profesi, suatu pekerjaan membutuhkan keterampilan atau kemampuan tertentu yang diperoleh melalui pendidikan formal, informal, pengalaman pribadi.

Nilai yang dimaksud adalah nilai etika (absolut) dan tata krama (budaya dan kontekstual).

Penghasilan terukur berarti ada perhitungan terpisah untuk menentukan nilai upah atau gaji yang diterima seorang karyawan. Perhitungan mengenai tingkat kesulitan, posisi, tingkat pendidikan, jumlah jam kerja, dll dapat diukur di sini.

Sarana mencintai Tuhan dan sesama berarti ada dimensi tanggung jawab untuk bekerja.

Bukankah berjudi itu pekerjaan?

Sehubungan dengan definisi / ruang lingkup definisi perjudian dan pekerjaan di atas, mari kita lihat apakah perjudian itu pekerjaan atau bukan.

Pertama, pendapatan dari berjudi “tidak terukur”, begitu pula dari segi tenaga kerja, sebagaimana disebutkan pada angka 3 di atas.

Ini terjadi silang kecil dengan poin 1 jika ada yang ingin berdebat bahwa perjudian pun membutuhkan keterampilan. Sederhana saja, tidak ada master judi, dokter judi, bukan?

Dan kedua, dalam kaitannya dengan uraian di atas, judi lebih dekat dengan keegoisan dan tidak mengandung nilai administrasi walaupun tidak mengandung nilai etika lainnya.

Anda tidak bisa menikmati hasil perjudian diatas tangisan dan keluhan kekalahan pihak lain. Tidak diragukan lagi, pekikan  kegembiraan pemain yang menang judi adalah seruan tangisan orang yang mengalami kekalahan.

Tapi, secara pribadi, judi adalah sebuah profesi atau pekerjaan. Menurut Natalie sang ratu poker online terpercaya, banyak yang mengalami kesulitan menjadi pemain poker. Dan tidak gampang menekuni bidang ini.

Menurut Natalie Anda harus menghabiskan puluhan jam untuk menyelesaikan pertandingan. Tidak seperti pekerja yang hanya bekerja hanya delapan jam.

Apapun itu, semua kembali ke anda. Setiap orang memiliki persepsi sendiri tentang perjudian,

Akhirnya, pikirkan tentang apa yang dikatakan Thomas Jefferson, “Saya sangat percaya pada kebahagiaan, dan semakin keras saya bekerja, semakin saya menemukannya. ”

Juga Benjamin Franklin:” Jika Anda kaya, menabunglah. “Dan Owen Feltham:” Dengan bermain judi, kita kehilangan waktu dan harta kita: dua hal yang paling berharga bagi kehidupan manusia. ”

Demikian pembahasan kami ini kami persembahkan bagi Anda. Semoga manfaat ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *